Ikhtilat 2: Jangan merajuk sayang

7:26:00 PM

Bismillahirrahmanirrahim~ In The Name of Allah The Most Gracious and The Most Merciful.




Salam to all readers~ =) Kita sering merasakan bahawa apa yang kita mahukan dalam kehidupan sering tidak Allah makbulkan. Sedangkan, kita yakin bahawa Allah itu Maha Mendengar dan malu untuk menolak permintaan hamba-hambaNya. Semestinya, kita harus memahami satu perkara;




Apabila Allah cepat memakbulkan doamu, maka Dia menyayangimu


Firman Allah maksudnya: " Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku, maka (beritahu mereka); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul."(al-Baqarah:186)




Apabila Dia lambat memakbulkan doamu, Dia ingin mengujimu


Menurut al-Khatabi: "Jika Allah tidak menjawab doa seseorang, Dia akan memberikan kepadanya ketenangan dan kelapangan dalam hatinya atau mengelakkan dirinya daripada kecelakaan atau menggantikannya dengan pahala."
Menurut hukama: "Manusia menyangka doa mereka tidak dimakbulkan, sedangkan sebenarnya ia dimakbulkan melebihi daripada apa yang dipohon, atau ia menolak dengan musibah atau penyakit lebih banyak daripada apa yang dipinta, atau diberikan ganjaran pada hari Kiamat."


Apabila Dia tidak memakbulkan doamu, maka dia merancang sesuatu yang lebih baik untukmu


Firman Allah maksudnya: "Boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jua Yang Maha Mengetahui (semua itu), sedang kamu tidak mengetahuinya. (al-Baqarah:216)


Kita harus benar-benar memahami tentang perancangan Allah.....


***




Saya tersentuh di saat membaca artikel Jangan Merajuk Sayang by blog Bayyinat. Terkadang kita merajuk sebagai tanda protes. Entah kepada siapa. Tapi cukup untuk meluahkan perasaan ketidakpuashatian. Pada Allah mungkin. Serba-serbi kekurangan diri sukar untuk kita terima. Segala musibah dan ujian lansung kita pandang negatif walhal terselit seribu hikmah yang tidak terduga. Kita cenderung untuk berfikiran negatif dari berfikiran positif. 
 
 

Bila kita fikir, Allah tak makbulkan doa kita, cepat-cepat kita merajuk. Cepat-cepat kita berpaling tadah, sedangkan kita punya secebis kepercayaan kepada Dia sebagai penyusun takdir. Kita terlupa, kita hanyalah seorang hamba yang sememangnya layak diuji. Apa yang kita pandang baik tidak semestinya terbaik buat diri kita, apa yang kita pandang buruk tidak semestinya terburuk buat diri kita. Kita tahu hakikat ini tapi sukar untuk kita yakini. 



Yakinlah dengan hikmah Allah. Yakinlah dengan semua janji-janjiNya. Yakinlah Dia sebagai penyusun takdir yang terbaik. Jangan merajuk wahai hamba-hamba Allah. Kita sememangnya layak diuji! 

Waallahu'alam~

You Might Also Like

60 patient (s) need treatment

Instagram

Followers